Sumber: Canva.com




Latar belakang atau alasan memulai kerja Freelance

Terkadang banyak dari kita yang merasa bingung dan selalu kepikiran tentang solusi apa yang harus diambil atau dipilih saat kita harus berhenti dari pekerjaan. Dan biasanya pikiran seperti ini sering muncul pada mereka yang sudah lama bekerja kantoran atau mungkin juga pada mereka yang ingin mendapatkan tambahan pekerjaan untuk sekedar kerja sampingan atau bahkan ada yang ingin menjadikannya sebagai pekerjaan utama mereka.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa tidak selamanya kita akan bekerja sebagai karyawan di perusahaan yang mana harus aktif tiap hari bolak-balik kantor. Selain fisik yang sudah tidak muda lagi kadang produktifitas sesorang juga mulai menurun seiring dengan bertambahnya usia.

Itulah alasannya banyak dari beberapa orang mulai mencari cara untuk mempersiapkan diri sebelum pensiun dari pekerjaan mereka. Baik itu dengan mulai merintis usaha atau dengan menjalani pekerjaan sebagai freelancer atau kerja remote.

Apabila anda sedang dalam posisi seperti tersebut diatas, mungkin kisah sukses ini bisa menjadi inspirasi atau motivasi buat anda untuk bisa memulai bekerja sebagai freelancer.

 

Kisah Sukses Teylita Andriyarini Sebagai Freelancer

Teylita Andriyarini satu-satunya keputusan berani untuk menghentikan pekerjaannya di kantor dan beralih menjadi pekerja freelance. Sebelumya ia memiliki beberapa pengalaman bekerja di beberapa perusahaan bahkan pernah bekerja di media online. Namun, tantangan terbesarnya adalah dia sangat tidak menyukai harus ke kantor setiap hari bolak-balik selain karena jarak yang begitu jauh, juga waktu tempuhnya yang cukup lama. Merasa takut dan kewalahan dengan beban tersebut Teylita akhirnya mencari pekerjaan yang bisa dikerjakan remote sampai dia mendapatkan klien online dari Australia.

. 

Memulai Bekerja Freelance

Pada awalnya, Teylita memulai menjalani pekerjaannya  sebagai freelance yaitu bekerja sebagai seorang  content writer. Akan tetapi,dikarenakan  sifat penghasilan yang diperolehnya  tidak stabil dalam dalam bekerja sebagia seorang freelancer, maka Teylita pun mulai mencari peluang pekerjaan lain. Kemudian dia mulai mencari informasi dibeberapa social media dan dari salah satu social media, yaitu Twitter,  Teylita pun kemudian mendapatkan  informasi, untuk  bergabung dengan sebuah agency asing dan dan mulai bekerja sebagai customer support untuk klien perusahaan asuransi yang berbasis di Australia

 


Merasa Fleksible Ketika Bekerja Remote

Adapun tantangan yang dihadapi oleh Teylita selama bekerja freelance adalah sering kali dianggap tidak sibuk atau pegangguran oleh anggota keluarganya, yang akhirnya membuatnya sering diganggu ketika sedang bekerja atau mengerjakan proyek yang dia dapatkan dari kliennya tersebut. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah ini, Teylita akhirnya memutuskan untuk membuat ruang kerja khusus dan berbicara dengan keluarganya tentang pekerjaan apa yang sedang dia jalani. Dia juga menjelaskan kepada keluarganya bahwa pekerjaan yang sedang dia jalani tersebut adalah pekeraan  yang serius dan tenggat waktu yang harus ditepati atau ada dead linenya. Dia meminta mereka untuk tidak mengganggunya ketika terlihat sedang bekerja atau mengetik. Karena apabila dia tidak bisa bekerja dengan baik dan melebihi dead line yang ditentukan oleh kliennya maka dia bisa kehilangan pekerjaan tersebut.

Selain itu, Teylita juga disibukan dengan urusan mengasuh anak juga karena kebetulan Teylita juga memiliki anak balita. Dalam urusan mengasuh anak balitanya, Teylita mengatur waktu dengan mengambil istirahat setiap 1-2 jam selama bekerja untuk mendampingi dan memberikan perhatian kepada anaknya. Selain itu, Teylita juga sering kali meminta bantuan dari anggota keluarganya untuk secara bergantian menjaga anaknya.

 

Strategi Yang Digunakan Oleh Teylita

  1. Tetap aktif upgrade skill: Teylita mengatakan bahwa sampai sekarang, dia terus belajar secara online dan sering mengikuti berbagai webinar untuk meningkatkan kemampuannya, termasuk dalam bidang desain grafis, menulis konten, manajemen media sosial, dan lainnya.
  2. Membangun networking: Selain mengikuti webinar untuk meningkatkan pengetahuannya, Teylita juga menggunakan forum tersebut sebagai sarana untuk berinteraksi dengan peserta lainnya. Ini membantu Teylita mendapatkan informasi tambahan seputar tawaran pekerjaan atau webinar lainnya.
  3. Menggunakan strategi ‘menjemput bola’: Selain mendapatkan pekerjaan dari agensi, Teylita juga secara aktif menawarkan layanannya kepada calon klien yang berpotensi bekerja sama dengannya, termasuk perusahaan dan individu yang memerlukan asisten pribadi.
  4. Membuat media sosial khusus untuk promosi jasa: Dalam mencari klien, Teylita membuat akun media sosial khusus untuk mempromosikan jasanya sebagai asisten virtual dan membagikan portofolio. Di akun Instagram tersebut, Teylita secara aktif membuat konten feeds dan reels yang mengikuti tren terbaru di Instagram.

  

Cek sosial media Teylita disini :

  


Ingin bekerja Freelance dan mendapatkan klien dari luar negeri seperti Teylita?

Ayo upgrade skillmu disini!